Pantangan Makanan pada Pasien Gagal Ginjal

//Pantangan Makanan pada Pasien Gagal Ginjal

Pantangan Makanan pada Pasien Gagal Ginjal

Pada penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease(CKD), ginjal tidak mampu lagi bekerja secara normal untuk menyaring zat-zat dalam darah.

Penyebab penyakit ginjal kronisPengobatan penyakit ginjal kronis Pada penderita penyakit ginjal kronis, perlu penyesuaian pola makan, seperti:

  • Pembatasan cairan yang masuk
  • Membatasi masukan protein, makanan yang dikonsumsi tidak boleh mengandung protein yang tinggi
  • Membatasi masukan garam, kalium, fosfor, dan elektrolit lainnya
  • Membatasi cukup karbohidrat

Prinsip diet pada penderita penyakit ginjal kronis adalah untuk menjaga kadar elektrolit, mineral, dan cairan dalam tubuh tetap dalam keadaan seimbang. Masukan cairan berlebih, sulit dikeluarkan oleh tubuh, dan berpotensi menimbulkan penumpukan cairan pada jaringan tubuh, seperti paru-paru, yang menyebabkan sesak nafas. Karena itu perlu adanya pembatasan cairan pada penderita penyakit ginjal kronis. Makanan yang perlu dibatasi:

  • Produk susu, seperti susu, yogurt dan keju
  • Cokelat
  • Kacang
  • Pisang
  • Pembatasan cairan
  • Buah dengan kandungan air yang banyak seperti: anggur, melon, tomat, dan buah dengan kandungan kalium tinggi seperti jeruk, kiwi, pisang
  • Sayuran dengan kandungan air yang banyak seperti: seledri dan selada, dan sayuran dengan kadar kalium tinggi seperti kentang, asparagus, labu.

Makanan yang boleh dikonsumsi:

  • Buah-buahan: apel, nanas, pir, ceri
  • Sayuran: brokoli, kol, wortel,
  • Roti
  • Nasi

Tips untuk menghindari rasa haus:

  • Menghindari makanan yang asin
  • Menghindari aktivitas atau kegiatan pada saat cuaca panas
  • Membekukan jus dan dimakan seperti es (dengan tetap menghitung masukan cairan)

Untuk mengetahui makanan jenis makanan seperti apa yang sesuai dengan penderita, dan berapa kebutuhan kalori atau masukan makanan setiap harinya sesuai dengan berat badan dan kondisi penderita, sebaiknya penderita berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menyesuaikan jenis diet dengan kondisi penderita, dan bila perlu dokter dapat menyarankan penderita berkonsultasi langsung dengan ahli gizi/ dietisian.

sumber : alodokter.com

2017-09-19T02:20:15+00:00 March 14th, 2017|Health Info|